| (Pak Nobianto, menunjukan bahan baku pembuatan gelang, yang didapatkanya dari Jawa Timur) |
Assalamualaikum sahabat semua.
Ada
yang menarik dalam pagelaran Festival Nuzulul Qur’an 1438 H ini. Disela-sela
hiruk pikuk perlombaan, mimin menjumpai sosok pejuang keluarga yang gigih.
Beliau adalah bapak Nobianto, seorang penjaja gelang tali yang jauh-jauh datang
dari Sodo, Paliyan. Profesi ini dilakukan lantaran adanya tuntutan untuk
memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan ketiga anaknya yang saat ini duduk
di kelas 3 SMP, 5 SD, dan TK.
Mata pencaharian Bapak Nobianto ini
sebenarnya adalah pedagang siomay keliling yang biasa menjajakan dagangannya di
sekolah-sekolah daerah Sodo, Paliyan. Di
sela-sela pekerjaan utama tersebut, beliau juga merupakan seorang buruh
bangunan yang bekerja saat ada permintaan dari tetangga.
Gelang yang dijual merupakan gelang
produksi sendiri yang pengerjaannya
dibantu oleh istri dan anaknya selepas pulang sekolah. Bahan untuk membuat
gelang ini diperoleh dari Yogyakarta dan Jawa Timur. Adapun omset yang di dapat
sekitar Rp 50.000 per hari. Bagi sahabat yang menginginkan gelang ini selama
pagelaran FNQ bisa datang ke kompleks MTs Muhammadiyah Wonosari dengan cukup
merogoh kocek sebesar Rp 1.000 per gelang. Cukup murah bukan?
| karya yang dijual oleh Pak Nobianto |
| beberapa santri berminat membeli karya Pak Nobianto |
Tak lupa Pak Nobianto juga memberikan
apresiasi atas terlaksanakannya FNQ ini.
Menurutnya, acara seperti ini sangat baik. Harapannya, semangat dan kreativitas
anak dapat meningkat. “Saya sangat mendukung lomba ini, anak-anak pada semangat
kalau ada hadiahnya”, tuturnya.(nita/helmei).
0 komentar:
Posting Komentar