Assalmualaikum
kawan-kawan,
Tidak
terasa Puasa di bulan Ramadhan ini tinggal sebentar lagi. Saat ini kita telah
memasuki 10 malam terakhir, dan pada malam-malam ini kita selalu mendengar
tentang Lailatul Qadr. Yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
nah untuk mendapatkan kemuliaan dan pahala yang berlipat pada malam Lailatul Qadr, salah satunya adalah dengan I’tikaf.
nah untuk mendapatkan kemuliaan dan pahala yang berlipat pada malam Lailatul Qadr, salah satunya adalah dengan I’tikaf.
Nah
berikut ada artikel bagus yang saya temukan berkaitan dengan I’tikaf. Selamat menyimak
I’tikaf.
Kata itu sudah akrab di telinga kita. Apalagi bagi kaum laki-laki yang setiap
jumat melakukan shalat jumat di masjid itu sudah menjadi rutinitas biasa
apalagi asyrul awaakhir di 10 hari akhir di bulan ramadhan. Karena di 10 hari
akhir di bulan ramadhan i’tikaf merupakan pekerjaan yang sangat dianjurkan
sekali oleh baginda nabi besar kita Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana yang
disebutkan Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab beliau Bulughul Marom, yaitu
hadits no. 699 tentang permasalahan i’tikaf.
Dari
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga
beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau
wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)
Tujuan
i’tikaf adalah sebagai berikut :
1.
Mendekatkan diri kepada Allah.
2.
Melaksanakan Sunnah Rasul.
3.
Agar hati bersimpuh di hadapan Allah.
4.
Berkhalwat ( menyendiri ) dengan Allah.
5.
Memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi
sepenuhnya kepada Allah.
Syarat
I’tikaf
1.
Harus niat di dalam hati. (Niat Iangsung i’tikaf karena Allah Ta’ala). Kalau
i’tikaf nadzar, maka dia harus niat nya juga i’tikaf nadzar.
2.
Harus bertempat di dalam masjid. Menurut Kitab Taqrib i’tikaf akan dikatakan
sah kalau di dalamnya serambi masjid. Sehingga kalau di luar serambi masjid
maka tidak sah.
Syarat
Orang yang I’tikaf
1.
Syarat orang yang i’tikaf adalah harus Islam, berakal, suci dari haid, nifas
dan jinabah.
2.
Maka tidak sah i’tikaf yang dilakukan oleh orang kafir, gila, haid, nifas, dan
orang junub.
3.
Jika orang yang melakukan i’tikaf murtad atau mabuk, maka i’tikafnya menjadi
batal.
Tata
Cara I’tikaf
1.
Orang yang melakukan i’tikaf nadzar tidak diperbolehkan keluar dari i’tikafnya
kecuali karena ada kebutuhan manusiawi seperti buang air kecil, buang air besar
dan hal-hal yang semakna dengan keduanya seperti mandi jinabah.
2.
Karena udzur haid atau nifas. Maka seorang wanita harus keluar dari masjid
karena mengalami keduanya.
3.
Karena udzur sakit yang tidak mungkin berdiam diri di dalam masjid. Semisal dia
butuh terhadap tikar, pelayan, dan dokter.
4.
Dia khawatir mengotori masjid seperti sedang sakit diare dan beser.
5.
Sakit yang ringan seperti demam sedikit, maka tidak diperkenankan keluar dari
masjid disebabkan sakit tersebut.
Hal-Hal
Yang Membatalkan I’tikaf
1.
I’tikaf menjadi batal sebab melakukan wathi atas kemauan sendiri dalam keadaan
ingat bahwa sedang melakukan i’tikaf dan tahu terhadap keharamannya.
2.
Adapun bersentuhan kulit disertai birahi yang dilakukan oleh orang yang
melakukan i’tikaf, maka akan membatalkan i’tikafnya jika ia sampai mengeluarkan
sperma. Jika tidak, maka tidak sampai membatalkan.
Hikmah
I’tikaf bagi Kesehatan
Menurut
Prof. DR. dr. H. Dadang Hawari., Sp.KJ. Guru Besar tetap Universitas Indonesia
menyatakan bahwa hikmah i’tikaf adalah sebagai berikut :
1.
Meningkatkan daya tahan tubuh.
2.
Bermanfaat bagi kesehatan jiwa dimana batin menjadi lebih tenang dan bisa membangkitkan
kekuatan baru.
3.
Menghidupkan kembali hati dengan selalu melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada
Allah SWT.
4.
Untuk merenungi masa lalu dan memikirkan hal-hal yang akan dilakukan di hari
esok.
5.
Mendatangkan ketenangan, ketentraman dan cahaya yang menerangi hati yang penuh
dosa.
6.
Mendatangkan berbagai macam kebaikan dari Allah SWT amalan-amalan kita akan
diangkat dengan rahmat dan kasih sayangNya
7.
Orang yang beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan akan terbebas
dari dosa-dosa karena pada hari-hari itu salah satunya bertepatan dengan
lailatul qadar.
Demikian
i’tikaf begitu dahsyatnya hikmah yang di dapat bagi kaum muslimin dan muslimat
yang mau melaksanakan. Begitu mudah dan murahnya ajaran Islam dalam memberikan
solusi tentang kesehatan bagi umatNya. Beruntunglah orang yang mau mengikuti
ajaranNya. Mari ber i’tikaf guna meraih ketenangan jiwa! Jiwa tenang keluarga
senang
Oleh:
Hadi Mulyanto
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2015/07/09/71513/hikmah-itikaf-bagi-kesehatan/#ixzz3fNUs1sOg
dalam
https://www.rumahzakat.org/manfaat-itikaf-untuk-kesehatan/

0 komentar:
Posting Komentar