Semarak Tahun Baru bersama Wayang Thoklik

By | 08.54 Leave a Comment
Pengajian dengan media Wayang Thoklik oleh Ki Dhalang H Rahmat Mulyono 


Detik-detik tahun baru tahun ini tidak seperti biasanya. Tidak ada suara gemuruh kembang api maupun tiupan terompet yang memecah hening malam. Malam itu, seluruh warga Dusun Padangan berkumpul di halaman Masjid Baiturrahman untuk mengadakan pengajian. Sebuah cara berbeda untuk menyemarakan pergantian tahun.



Pengajian menjelang tahun baru itu diikuti sekitar 300 warga Padangan. Sejak setelah  ba’da Isya masyarakat sudah memenuhi halaman masjid Baiturrahman. Mereka datang bergerombol bersama sanak keluarga dan tetangga. Sekitar pukul sembilan malam semua kursi telah penuh terisi, bahkan lesehan tidak terelakan. Pengajianpun dimulai, dengan pembukaan dan bacaan ayat suci Al-quran.


Ada yang berbeda dengan pengajian menyabut tahun baru malam itu. Pengajian disampaikan melalui media kesenian Wayang Thoklik. Pemateri pengajian saat itu adalah Bapak H. Rahmat Mulyono, yang juga bertindak sebagai dhalang dalam pementasan. Pak Rahmat bersama rekan-rekan kesenian Wayang Thoklik menyampaikan materi seputar “Cakil Munggah Khaji”. Tentang bagaimana seorang Chakil menjalani lika liku kehidupanya untuk mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah, dan salah satu keinginanya adalah untuk pergi berhaji.

Yang menjadi inti dari pengajian tersebut adalah bukan mengenai prosesi ibadah haji, melainkan apa yang dilakukan seseorang setelah mampu berhaji. Selayaknya seseorang yang telah berhaji akan menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat bagi agama, dirinya, keluarga, masyarakat, dan bahkan dunia dan alam semesta ini. Selain itu, pesan mengenai menjaga kerukunan dan persatuan Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) juga menjadi isu yang disampaikan. Jangan sampai perpecahan berdasarkan isu SARA terutamanya perbedaan suku budaya dan agama melanda negara Indonesia ini.

Pesan-pesan tersebut disampikan dengan lakon wayang dan iringan musik gamelan yang dipadukan dengan thoklik bambu. Kru Wayang Thoklik juga bernyanyi lagu-lagu yang berkaitan dengan nilai-nilai Agama Islam, lagu tombo ati misalnya.

Harapan kedepanya, masyarakat dapat memaknai bahwa perayaan tahun baru tidak harus dirayakan dengan foya-foya. Momen tahun baru selayaknya menjadi saat tepat untuk mengoreksi diri sendiri tentang peristiwa setahun yang lalu. Nantinya, semoga di tahun yang baru seseorang akan menjadi pribadi baru yang lebih baik yang berjuang di jalan Allah untuk mendapatkan Ridho dari-Nya. (elf)



0 komentar:

Posting Komentar